Thursday, April 25, 2013

KEASAMAN ASAM KARBOKSILAT


KEASAMAN ASAM KARBOKSILAT

Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa yang mengandung gugusan karboksil, suatu istilah yang berasal dari karbonil dan hidroksil. Gugusan yang terikat pada gugusan karboksil dalam asam karboksilat bisa gugus apa saja, bahkan bisa gugus karboksil lain.
Dalam asam karboksilat gugus -COOH terikat pada gugus alkil (-R) atau gugus aril (-Ar). Meskipun yang mengikat gugus –COOH daspat berupa gugus alifatik atau aromatic, jenuh atau tidak jenuh, tersubstitusi atau tidak tersubstitusi sifat yang diperlihatkan oleh gugus –COOH tersebut pada dasarnya sama. Di samping terdapat asam yang mengandung satu gugus karboksil (asam monokarboksilat), diketahui juga terdapat asam yang memiliki dua gugus karboksil (asam dikarboksilat) dan tiga buah gugus karboksil (asam trikarboksilat). Perbedaan banyaknya gugus –COOH ini tidak mengakibatkan perubahan sifat kimia yang mendasar. Pada bidang biologi, terdapat gugus asam dengan derajat keasaman yang rendah, misalnya gugus -OH, -SH, gugus enol, gugus fenol. Senyawa bio-organik dengan gugus semacam ini tidak digolongkan sebagai asam organik. Contoh senyawa tersebut antara lain: asam laktat, asam asetat, asam format, asam sitrat dan asam oksalat.
              Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kestabilan anion berarti akan menaikkan keasaman, dan faktor-faktor yang mengurangi kestabilan anion akan menyebabkan penurunan keasaman suatu asam karboksilat. Menurut teori asam-basa Bronsted Lowry, bila suatu asam karboksilat bersifat asam kuat, maka basa konjugasinya bersifat basa lemah, sebaliknya bila suatu asam karboksilat bersifat asam lemah, maka basa konjugasinya bersifat basa kuat.

KEASAMAN ASAM KARBOKSILAT
  •   Asam karboksilat terionisasi di dalam air membentuk larutan yang bersifat sedikit asam.
  •   Keasaman asam karboksilat ¹ asam-asam anorganik karena asam karboksilat terionisasi sebagian di dalam air --> asam lemah   
  •   Dibanding dengan alkohol, Ka asam karboksilat lebih besar  karena asam karboksilat dapat beresonansi   
  • Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa (NaOH) membentuk garam karboksilat  .

Resonansi dan kekuatan asam

3 comments:

  1. assalamu'alikum..
    terimakasih atas penjelasan saudari indri..
    tapi disini saya ingin bertanya mengenai faktpr-faktor yang mempengaruhi kestabilan anion.
    bagaimana kestabilaan anion tersebut bisa mempengaruhi kuat asam? mungkin bisa saudari terangkan lagi lebih rinci
    terima kasih
    wassalam

    ReplyDelete
  2. saudara abdun,menurut literatur yang saya baca
    Penambahan kestabilan dari anion menyebabkan bertambahnya keasaman dari suatu asam. Misalnya, khlor elektronegatif. Dalam asam khloroasetat, khlor menarik keerapatan elektron dari elektron dari gugusan karboksil ke dirinya. Penarikan elektron ini menyebabkan delokalisasi lebih jauh dari muatan negatif, jadi menstabilkan anion dan menambah kekuatan asam dari asamnya. Asam khloroasetat lebih kuat dari asam asetat.

    ReplyDelete
  3. hemmz,saudari indri eka , terima kasih atas penjelasannya artikelnya, dan pada artikel saudari saya ingin bertanya bisakah anda memberikan penjelasan mengenai reaksi pada keasaman asam karboksilat dimana Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa (NaOH) membentuk garam karboksilat . tolong saudari berikan reaksinya ya ......

    ReplyDelete